Demokrasi

Demokrasi hari ini yang dimobilisasikan oleh kaum2 elite, bukanya menyadarkan tapi sengaja menyetir untuk kearah tujuan politiknya, Indonesia butuh penyadaran serta tekanan untuk bergerak bersama demi tindak tanduk yang benar sebagaimana mestinya. Dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, digantikan dari uang oleh uang dan untuk uang, politik yang seharusnya digunakan untuk memenej disertai niat kedepan untuk lebih baik tapi menyeleweng kearah yang sukar untuk dilakukan/tidak sesuai dengan semestinya jika memang kita berprinsip pada manifestasi dari Pancasila dan amanat serta UUD 1945.

Peran mahasiswa dan pemuda sbg kaum intelektual dan penerus bangsa

Kita telah melihat keberlangsungan petahana ataupun calon yang mau memunculkan ketokohanya hari ini, bagaimana kinerja serta inovasi berbagai macam bentuk wujud visi dan misi yang sudah terlaksana maupun masih terencana, hari ini tidak ada konteks menyadarkan situasi hari ini tentang peran sistem demokrasi yang seutuhnya, seakan kita dibuat bertanya ketika kita dihadapkan untuk memilih calon yang sudah kita agungkan dengan kebaikan dia disaat kampanye tentang prestasi dan kebajikankan mereka, kita mempertanyakan ini perwujudan/pesta demokrasi yang akan kita lakukan dalam bentuk nyata(pemilu) akankah derajat rakyat atau kebutuhan rakyat akan tercakup dalam semua aspek, sesuai dengan yang di katakan sang agung yang sanggup menomorkan dirinya(petahana maupun calon) hari ini kita berpikir pula nantinya akan kah kita sejahtera atau malah dia yang akan semakin sejahtera, melihat sejarah bagaimana rezim orde lama dengan sistem tanpa pemilunya ataupun orba dengan kediktatorannya serta demokrasi abal2 yang mereka buat hingga sekarang era reformasi yang katanya akan merevisi kesalahan daripada demokrasi yang sudah2 terjadi sebelumnya, penguasa maupun birokrasi pun dapat kita bedakan penguasa yang kita pilih melalui pemilu dan birokrasi yang ditunjuk oleh sang penguasa, artinya disini membuka peluang akan terjadinya ketidak keinginan bersama apapun itu bentuknya

Iklan

Kampusku penuh dengan masalah gimana kampusmu?

Oke UNISMA bekasi menjadi topik utama kita hari ini, perlu diketahui kawan2 bro dan sist semuanya, hari ini adalah hari kita masih libur kuliah hari dimana kita masih saja banyak yang berjuang perihal untuk kuliah yang berkelanjutan, ada semboyan carilah ilmu sampai ke negeri Cina, eit tapi tunggu dulu kita mau pergi ke Cina harus membawa bekal apa? Apa lagi di era yang keras sekarang ini, tentunya kita harus terbekali bung!!! Artinya disini adalah nyata bahwa pendidikan hari ini telah di batasi untuk keberlangsunganya pendidikan telah membedakan antara si miskin dan si kaya, telah terjadi keputusan sepihak bahwa bss/cuti sepihak akan dilakukan jika kita tidak bisa melunasi hutang semesteran dan harus masuk uang registrasi (tentunya yang orang tidak mampu paling di rugikan disini) “gimana mau belajar ke Cina kalau pendidikan di Indonesia masih saja dibatasi”.

Pendidikan saat ini telah dengan nyata dikomersialkan dan lebih mengenyampingkan tujuan pendidikan itu sendiri, pendidikan adalah yang membawa kita ke jurang kecerdasan, dan membawa kita bersama untuk kemajuan bangsa, dan negara tapi saat ini para elite2 pendidikan entah sedang bermain terkait seberapa sanggup kah kita mahasiswa merasionalkan dan melawan kebijakan yang menyimpang itu semua, atau memang kita akan terjerumus diam saja dan melihat mereka tertawa berbahak2 menikmati “siasat yang diaturnya telah berhasil” sejatinya pendidikan adalah hak seluruh warga negara, dan kita dijamin pula mendapat pendidikan yang bermutu/berkualitas, kita semua paham itu terkait amanat UUD 45 serta pasal 31 nya, pendidikan hari ini salah kaprah dari kualitas pendidik nya pun hampir sama kita dipaksakan mendengar atau diktean dari dosen terkait power point yang di depan kelas, tanpa ada pemahaman yang lebih mendalam, ditambah lagi tenaga pendidik harusnya berkualitas dalam mengajarkan ilmu pengetahuan itu sendiri, tidak sekedar teori untuk dihapalkan tetapi pendidikan karakter,mental, dan moral yang di sampaikan itu sudah sejauh mana kepada peserta didiknya.

Perihal UU no 20 tahun 2003 soal pendidikan dari ketentuan umum sudahlah d nyatakan mengacu pada UUD, dalam bab 3 pasal 4 di uu yang sama pula terkait prinsip penyelenggaraan pendidikan dijelaskan pula, yang mana salah satu substansialnya “pendidikan dijalankan secara demokratis berkeadilan serta tidak deskriminatif, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural dan kemajemukan bangsa” karena memang substansial dari pendidikan itu harusnya dijalankan, di bab 5 pasal 12 tentang peserta didik pula salah satu nya dijelaskan “peserta didik haruslah menyelesaikan program pendidikan dengan kecepatan belajar masing2” artinya ketika kita mendapatkan cuti sepihak tentu saja itu akan mengulur waktu menyelesaikan program studi dan meng-cut hak dari peserta didik itu sendiri. Mungkin sekian kalau kurang banyak terkait refrensi saya menulis harap dimaklumi, penulis abal2 yang menulis pada saat terdesak.

#salamtinjukiri

#lawanliberalisasipendidikan

#lawanpendidikanyangtidakberkeadilan

#stop komersialisasi pendidikan dengan toleransi kpd yang membutuhkan

#kitabelajarbukansetor

#kitabelajardinegaraberkembang

#kapanmaumaju

#tuntutpendidikanyangbenarmencerdaskan

#jangankhawatir

#indonesia untuk kerja butuh ijasah

#jadipastidibayar